
D;War, 15 Februari 2026 by KOMPAS TV
Penulis : Dina Karina | Editor : Tito Dirhantoro
JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta masyarakat penerima manfaat bantuan pendidikan agar tidak menggadaikan Kartu Jakarta Pintar (KJP), khususnya menjelang bulan Ramadan.
"KJP untuk tidak digadaikan," kata Pramono seperti dikutip dari laman resmi Pemprov DKI, Minggu (15/2/2026).
Ia mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta guna memastikan bantuan sosial pendidikan, termasuk KJP, dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
"Khusus untuk KJP, segera saya akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk tidak digadaikan," ujarnya.
Menurutnya, KJP bukan sekadar bantuan biaya sekolah, melainkan instrumen penting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama warga di lapisan ekonomi terbawah.
"Karena KJP ini adalah hal yang prinsip untuk bisa mengubah kehidupan masyarakat terutama di lapis terbawah," ucapnya.
Pramono menambahkan, berbagai program bantuan sosial pendidikan seperti KJP, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga pemutihan ijazah, berkontribusi terhadap perbaikan indikator kesejahteraan di Jakarta.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah indikator seperti tingkat kemiskinan dan stunting menunjukkan tren perbaikan dalam beberapa waktu terakhir.
"Hasil BPS, semua indikator kita berkaitan dengan kemiskinan, stunting, dan sebagainya mengalami perbaikan. Saya meyakini itu karena ada KJP, KJMU, pemutihan ijazah, dan sebagainya," tutur Pramono.



